Menang Meski Timpang, Fenomena Langka di Super League 2025/2026

Persib Bandung Terancam Ditinggal Dua Pemain Asing--

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO – Super League 2025/2026 menghadirkan fenomena menarik. Tidak banyak tim yang mampu meraih kemenangan saat harus bermain dengan jumlah pemain kurang dari 11. Tapi, beberapa klub justru membuktikan mental kuat mereka dengan tetap meraih hasil maksimal meski dalam kondisi pincang.

Contoh terbaru ditunjukkan Persita Tangerang. Bermain dengan 10 pemain, Pendekar Cisadane sukses mencuri kemenangan 1-0 atas Arema FC pada laga tunda pekan kedelapan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/12).

Hasil tersebut membawa Persita menembus papan atas klasemen sementara. Hokky Caraka dan kawan-kawan kini mengoleksi 25 poin dari 15 pertandingan, cukup untuk menempatkan mereka di lima besar.

Gol penentu kemenangan Persita dicetak oleh Aleksa Andrjic pada menit ke-90. Gol itu terasa semakin spesial karena Persita sudah kehilangan satu pemain sejak menit ke-69, setelah Andrean Rindorindo diganjar kartu merah.

Menariknya, ini bukan kali pertama Persita meraih kemenangan dengan kondisi tidak lengkap. Sebelumnya, mereka juga menundukkan Persijap Jepara dengan skor 2-1 pada 21 September, meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama akibat kartu merah yang diterima M. Toha.

Secara keseluruhan, musim ini hanya segelintir tim yang mampu menang dengan jumlah pemain kurang dari 11. Selain Persita, nama-nama seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Bali United, dan Persis Solo tercatat pernah melakukannya.

Persib Bandung menjadi salah satu contoh paling konsisten. Juara bertahan dua musim terakhir itu menaklukkan Dewa United 1-0 pada 21 November meski harus kehilangan Beckham Putra yang menerima kartu kuning kedua di menit-menit akhir laga. Hingga peluit panjang berbunyi, Persib mampu mempertahankan keunggulan.

Tak hanya sekali, Persib juga mencatat kemenangan dengan skuad tak komplet saat mengalahkan Persis Solo 2-0 (27/10), Arema FC 2-1 (22/9), serta Persebaya Surabaya 1-0 (12/9).

Sementara itu, Persija Jakarta juga menunjukkan mental serupa. Macan Kemayoran mengalahkan Arema FC 2-1 pada pekan ke-12 (8/11) meski harus kehilangan Jordi Amat yang menerima kartu kuning kedua pada masa injury time. Persija juga sempat menang telak 3-0 atas Persis Solo (16/8) saat bermain dengan 10 pemain.

Di laga lain, Bali United mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Madura United pada 30 Agustus meski tampil dengan 10 orang. Hal serupa dilakukan Persis Solo, yang menundukkan Madura United 2-1 pada 9 Agustus meski kapten tim Sho Yamamoto harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu kuning kedua.

Fenomena ini menegaskan bahwa kemenangan di Super League tidak hanya ditentukan oleh jumlah pemain, tetapi juga mental bertanding, disiplin taktik, dan efektivitas memanfaatkan peluang, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun. (yogi/*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan