Awal Tahun 2026, Harga BBM Non-Subsidi Turun
BBM non subsidi mengalami penurunan sejak awal 2026. foto ; dok.--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali dilakukan PT Pertamina (Persero) pada awal tahun 2026. Seluruh SPBU di Provinsi Lampung yang menjual jenis BBM Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex resmi menerapkan harga baru terhitung sejak 1 Januari 2026 kemarin. Kebijakan itu langsung diberlakukan serentak di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).
Salah satunya disampaikan Pengawas SPBU 24-348-188 Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Agus G Wijaya, mengatakan harga BBM non subsidi mengalami penyesuaian harga sejak Kamis, 1 Januari 2026. Harga Pertamax kini menjadi Rp12.650 per liter, turun dibandingkan harga sebelumnya di angka Rp13.050 per liter. Selanjutnya, Pertamax Turbo yang sebelumnya dijual Rp14.050 per liter, kini mengalami penyesuaian menjadi Rp13.700 per liter.
“Sementara itu, Dexlite dipatok dengan harga baru Rp13.800 per liter, dan Pertamina Dex turun signifikan menjadi Rp13.900 per liter dari harga sebelumnya Rp15.300 per liter. Adapun harga BBM bersubsidi dan penugasan seperti Bio Solar dan *Pertalite tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap dijual Rp6.800 per liter dan Rp10.000 per liter,” katanya.
Dijelaskannya, penurunan harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa pihak SPBU hanya bertugas melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pertamina pusat.
“Kami di lapangan menjalankan kebijakan yang sudah ditentukan. Penyesuaian harga ini dilakukan secara serentak dan transparan, sehingga masyarakat bisa langsung merasakan dampaknya,” jelasnya.
Dikatakannya dengan adanya penurunan harga BBM non-subsidi, pihak SPBU berharap dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan konsumen. Ia juga memastikan bahwa stok BBM di SPBU 24-348-188 dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
“Untuk ketersediaan stok, kami pastikan aman. Distribusi berjalan normal dan tidak ada kendala berarti hingga saat ini,” katanya.
Ditambahkannya, setiap perubahan harga BBM, baik naik maupun turun, selalu menjadi perhatian publik. Karena itu, pihak SPBU berupaya memberikan informasi yang jelas kepada konsumen agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
“Kami selalu menyampaikan informasi harga terbaru melalui papan pengumuman dan petugas di lapangan. Tujuannya agar masyarakat mengetahui secara pasti harga yang berlaku,” tandasnya. (yayan/*)