Harga Kopi Relatif Stabil
Ilustrasi harga kopi--
AIRHITAM – Harga jual kopi robusta yang menjadi komoditas utama masyarakat Kabupaten Lampung Barat terpantau relatif stabil pada pertengahan Januari 2026.
Kondisi ini memberi angin segar bagi petani dan pelaku usaha kopi di wilayah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung tersebut, meski secara umum harga masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kopi musim untuk wilayah timur Lampung Barat dengan kualitas terbaik saat ini berada di kisaran Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, untuk biji kopi jenis selang, harga masih berkisar antara Rp52.000 hingga Rp54.000 per kilogram, tergantung kualitas dan kadar air biji kopi.
Salah satu supplier kopi di Lampung Barat, Rosikin, mengatakan stabilnya harga kopi robusta saat ini merupakan dampak dari penurunan cukup signifikan yang sempat terjadi pada akhir tahun lalu.
Menurutnya, harga Rp60.000 per kilogram yang berlaku sekarang merupakan upaya pemulihan dari kondisi sebelumnya.
Kalau kita lihat, harga Rp60.000 per kilogram ini sebenarnya masih di bawah harga pada periode yang sama tahun lalu. Akhir 2025 kemarin harga sempat turun cukup dalam, jadi sekarang ini bisa dibilang mulai stabil kembali,” ujar Rosikin saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, Rosikin mengaku tetap optimistis harga kopi robusta masih berpeluang mengalami kenaikan menjelang masa panen berikutnya. Namun ia memperkirakan kenaikan tersebut tidak akan terlalu signifikan, mengingat kondisi pasar yang masih fluktuatif.
“Kami tetap optimis harga akan naik lagi mendekati panen, walaupun kemungkinan kenaikannya tidak terlalu besar. Tapi setidaknya bisa membantu petani untuk menutup biaya produksi,” jelasnya.
Terkait perbedaan harga antara kopi musim dan kopi selang, Rosikin menjelaskan hal itu tidak terlepas dari faktor kualitas biji kopi. Kopi musim dinilai memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan kopi selang, baik dari ukuran biji, aroma, maupun tingkat kematangan saat dipanen.
“Untuk kopi selang memang harganya lebih rendah karena kualitasnya berbeda dengan kopi musim. Itu sudah menjadi penilaian umum di pasar,” terangnya.
Ia menambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan petani agar harga jual kopi tetap tinggi adalah dengan menjaga kualitas pascapanen, terutama kadar air biji kopi. Proses penjemuran yang benar dan hingga benar-benar kering menjadi kunci agar kopi memiliki nilai jual yang lebih baik.
“Penjemuran sangat berpengaruh. Kalau kadar air bisa dijaga dan biji kopi benar-benar kering, harganya tentu bisa lebih baik. Ini yang terus kami sampaikan kepada petani,” pungkas Rosikin.
Dengan stabilnya harga kopi robusta di awal tahun 2026 ini, para petani di Lampung Barat diharapkan tetap semangat menjaga kualitas produksi.
Pasalnya, kualitas yang baik dinilai menjadi faktor utama agar kopi Lampung Barat tetap diminati pasar dan mampu bersaing di tengah fluktuasi harga yang masih berlangsung. (rinto/nopri)