DTPH Usulkan 121,5 Ton Benih Padi
Ilustrasi Benih Padi--
BALIKBUKIT – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) mengusulkan bantuan benih padi sekitar 121,5 ton kepada pemerintah pusat guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
Kabid Tanaman Pangan Ir. Onni Violetta Saragi, M.P., mendampingi Kepala DTPH Kabupaten Lampung Barat, Maidar, S.H., M.Si., mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan bantuan benih padi ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Total benih yang diusulkan tersebut terdiri atas 121.275 kilogram benih padi inbrida untuk lahan seluas 4.869 hektare, serta 300 kilogram benih padi gogo untuk lahan seluas 12 hektare.
“Kami telah mengusulkan bantuan benih padi kepada pemerintah pusat. Harapannya, usulan ini dapat direalisasikan untuk membantu para petani di Lampung Barat,” ujar Onni, Minggu (16/2).
Ia menjelaskan, lahan seluas 4.869 hektare yang diusulkan untuk menerima bantuan benih padi inbrida tersebar di sejumlah kecamatan. Rinciannya meliputi Kecamatan Balikbukit 312 hektare, Lumbokseminung 196 hektare, Belalau 205 hektare, Suoh 1.317 hektare, Batuketulis 19 hektare, Bandarnegeri Suoh 2.000 hektare, Sumberjaya 300 hektare, Waytenong 182 hektare, Gedungsurian 150 hektare, Kebuntebu 128 hektare, serta Airhitam 60 hektare.
Sementara itu, lahan seluas 12 hektare yang diajukan untuk bantuan benih padi gogo tersebar di Kecamatan Sekincau 5 hektare, Kebuntebu 4 hektare, dan Airhitam 3 hektare.
Lanjut dia, pengajuan bantuan tersebut merupakan respons atas kebutuhan dan permintaan kelompok tani yang tersebar di sejumlah kecamatan. Keterbatasan anggaran melalui APBD menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mengajukan dukungan langsung ke pemerintah pusat. “Para petani sudah siap, termasuk lahan tanam yang telah dipersiapkan. Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, kami mengajukan bantuan ini agar kebutuhan benih petani tetap terpenuhi,” jelasnya.
Maidar menambahkan, bantuan benih padi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil panen. Mengingat sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Lampung Barat, dukungan sarana produksi seperti benih sangat dibutuhkan.
Menurutnya, peningkatan produksi padi tidak hanya berpengaruh terhadap pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Jika bantuan ini terealisasi, tentu produksi padi akan meningkat. Dampaknya langsung dirasakan oleh petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Lampung Barat,” katanya.
DTPH Lampung Barat optimistis, apabila bantuan benih padi tersebut terealisasi, produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan dan daya saing produk pertanian Lampung Barat semakin kuat ke depan. (lusiana)