Waspadai 13 Jenis Makanan dan Minuman yang Memicu Asam Lambung Naik

Ilustrasi gerd. Foto Pixabay--

Radarlambar.bacakoran.co- Masalah kesehatan lambung, terutama gangguan asam lambung, banyak dialami masyarakat. Gejala umum seperti nyeri di ulu hati, mual, hingga muntah sering mengganggu aktivitas penderitanya. Kondisi ini kerap dipicu oleh pola makan yang salah, stres berlebihan, hingga kebiasaan merokok. Oleh sebab itu, menjaga asupan makanan dan minuman menjadi langkah penting untuk mencegah asam lambung kambuh.

Beberapa jenis makanan dan minuman perlu dihindari agar risiko refluks asam lambung tidak meningkat. Dilansir dari Eat This Not That pada Minggu, 1 Juni 2025, berikut sejumlah jenis yang berpotensi memperparah gejala tersebut.

Makanan yang digoreng membutuhkan waktu lama dicerna sehingga lambung harus mengeluarkan banyak asam. Selain itu, kandungan lemak tinggi dalam makanan ini memicu pelepasan hormon yang dapat melemaskan katup antara lambung dan kerongkongan sehingga asam mudah naik ke kerongkongan.

Buah jeruk yang kaya vitamin dan serat sebenarnya menyehatkan, namun pada penderita asam lambung, kandungan asamnya justru memicu produksi asam lambung berlebih. Oleh karena itu, konsumsi lemon, jeruk nipis, jeruk, dan jeruk bali sebaiknya dibatasi saat gejala muncul.

Cokelat, meski bermanfaat, jika dikonsumsi berlebihan dapat melemahkan otot katup kerongkongan sehingga isi lambung bisa naik kembali, menimbulkan sensasi perih dan panas di dada hingga leher.

Minuman bersoda meningkatkan risiko kembung yang memberi tekanan pada katup lambung sehingga asam lebih mudah bocor ke kerongkongan. Selain itu, kafein dalam kopi dan teh dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, terutama jika diminum dalam jumlah banyak.

Alkohol memicu produksi gas berlebihan di lambung yang menyebabkan kembung, heartburn, dan refluks asam lambung. Makanan pedas juga menjadi pemicu umum gejala, dengan studi menunjukkan 62 persen penderita GERD menyebutnya sebagai faktor utama kambuh.

Camilan ultra-olahan yang kaya lemak, garam, dan zat aditif juga meningkatkan risiko refluks, meski belum ada penelitian langsung yang mengaitkan. Tomat dan produk berbasis tomat memicu produksi asam lambung karena kandungan asam malat dan sitratnya.

Teh peppermint, walau dikenal menenangkan pencernaan, bisa memperburuk refluks karena melemaskan katup lambung. Sebagai alternatif, teh kamomil atau jahe dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

Jus dari buah jeruk, tomat, dan jeruk bali mempertahankan sifat asam yang memicu kenaikan asam lambung, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.

Daging berlemak memakan waktu lama dicerna dan menuntut lambung bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan produksi asam. Begitu pula pizza yang mengandung saus tomat asam, topping daging berlemak, dan kulit asin berpotensi memperburuk gejala.

Pencegahan asam lambung yang efektif harus dimulai dari perubahan pola makan dan gaya hidup. Memilih makanan yang lebih ramah pada lambung serta menghindari faktor pemicu akan membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup penderita asam lambung.(*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan