BRI Salurkan Kredit Mikro Rp1 Triliun per Hari ke Rakyat

BRI mampu menyalurkan kredit usaha mikro hingga Rp1 triliun per hari, dibantu akses data kependudukan oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri. -Foto CNN Indonesia-
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya sebagai bank rakyat dengan menyalurkan kredit usaha mikro dalam skala masif. Direktur Operations BRI, Hakim Putratama, mengungkapkan bahwa setiap harinya perseroan mencairkan kredit mikro dengan nilai mencapai Rp1 triliun. Angka itu menunjukkan betapa besar peran BRI dalam mendukung sektor usaha kecil, terutama karena jumlah nasabah yang dilayani mencapai puluhan ribu orang setiap hari.
Besarnya kapasitas penyaluran kredit tersebut didukung oleh kemudahan akses data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. BRI memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk memverifikasi data calon nasabah, yang kemudian dicocokkan langsung dengan database nasional. Integrasi ini mempercepat proses verifikasi sehingga pengajuan kredit bisa dilayani lebih cepat dan lebih akurat.
Menurut Hakim, keberadaan akses data Dukcapil membuat BRI mampu melayani masyarakat dalam jumlah yang sangat besar tanpa terhambat proses administrasi. Setiap hari, sistem BRI tercatat melakukan hampir 500 ribu kali pengecekan ke database Dukcapil. Hal tersebut menjadi penopang penting dalam menjalankan operasional bank, terutama di segmen mikro yang membutuhkan kecepatan sekaligus ketepatan verifikasi.
Dukungan data kependudukan ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan database nasional. Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, menjelaskan bahwa hingga kini terdapat lebih dari 7.000 lembaga yang sudah bekerja sama dengan Dukcapil dalam pemanfaatan data kependudukan. Jumlah akses yang dilakukan oleh berbagai lembaga, termasuk perbankan, telah menembus 17,1 miliar kali.
Kerja sama ini menunjukkan bahwa pemanfaatan data kependudukan bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Dengan akses data yang akurat, lembaga keuangan seperti BRI dapat menyalurkan pembiayaan dengan lebih tepat sasaran, sekaligus meminimalkan risiko kredit bermasalah.
Program perluasan kerja sama Dukcapil diharapkan mampu menjaga integritas pelayanan publik. Pemerintah menekankan bahwa data kependudukan adalah amanah yang harus dijaga sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat layanan di berbagai lini.
Bagi BRI, keberhasilan menyalurkan kredit mikro hingga Rp1 triliun per hari merupakan bukti bahwa integrasi antara sektor perbankan dengan sistem administrasi kependudukan nasional mampu menghasilkan dampak nyata. Dengan jutaan pelaku usaha mikro sebagai tulang punggung perekonomian, langkah ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat. (*/edi)