Tim Gabungan Terus Berupaya Evakuasi Harimau Sumatera, Nukman Imbau Masyarakat untuk Selalu Waspada

26022024--

BALIKBUKIT - Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman, M.M., memastikan bahwa pemkab setempat terus berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bengkulu Lampung, Kepolisian dan juga TNI prihal menyikapi konflik harimau dan manusia (human-tiger conflict) yang terjadi di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) dimana telah menelan dua korban jiwa.

Menurut Nukman, saat ini tim gabungan terus berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap satwa yang masuk ke dalam daftar satwa dilindungi di Indonesia berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya tersebut.

"Tim gabungan yang juga ada dari BKSDA berupaya melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut. Dimana tim gabungan memasang kandang jerat, untuk menangkap dan mengevakuasi satwa tersebut dalam kondisi hidup," ungkap Nukman, Minggu 25 Februari 2024.

Mengingat saat ini masih dalam proses evakuasi, tandas Nukman, maka ia kembali mengingatkan masyarakat untun selalu waspada, termasuk mengindahkan apa yang menjadi penekanan dari petugas, termasuk agar tidak melakukan aktifitas di lahan garapan yang saat menjadi daerah rawan.

"Tetap waspada, patuhi apa yang menjadi imbauan petugas, kalaupun harus ke kebun maka jangan sampai sendiri, harus ada yang menemani minimal dua orang, kalaupun bertemu dengan satwa tersebut segera laporkan kepada petugas," kata dia menambahkan.

Nukman menduga teror satwa khususnya harimau tersebut lantaran habitatnya telah rusak sehingga pasokan makanan sudah berkurang, penyebab berkurangnya bisa termasuk kerusakan habitat harimau itu sendiri.

"Harimau memiliki fleksibilitas menyikapi terjadinya perubahan habitat, sehingga kemungkinan konflik harimau dan manusia  yang terjadi itu dikarenakan habitatnya telah rusak," ujarnya.

Untuk diketahui, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang merupakan satwa endemik yang mendiami TNBBS kembali menerkam warga. Terakhir Sahri bin Saprak (28) warga Pekon Bumi Hantatai Kecamatan BNS menjadi korban ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Korban diterkam harimau saat melakukan aktifitas di kebun, sekitar menjelang dzuhur pada Rabu 21 Februari 2024, dan baru ditemukan sekitar pukul 02.00 Wib dini hari pada Kamis 22 Februari 2024.

Sebelumnya, Gunarso (47) warga Pemangku Sumber Agung II, Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, pada Kamis malam  9 Februari 2024.

Gunarso diduga kuat meninggal usai diterkam harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Usai ditemukan korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. (*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan