Tujuh Pekon di Pesisir Utara Laksanakan Kakiceran

02042024 (1)--

PESISIR TENGAH – Sejumlah pekon di Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), tahun ini kembali melaksanakan kegiatan kakiceran atau pentas seni budaya yang digelar saat lebaran atau bulan syawal.

Kakiceran merupakan karya budaya sebagai wadah berkumpulnya muda mudi dalam rangka silaturahmi merayakan Idul Fitri dengan melaksanakan festival tari antar pekon. 

Camat Pesisir Utara, Gunawan, S.P., mengtaakan Kakiceran merupakan tradisi yang masih di pertahankan hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat pugung saja akan tetapi tradisi kakiceran telah menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.

“ Kegiatan pentas budaya kakiceran ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan ajang silaturahmi Idul Fitri di bulan syawal untuk mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat,” kata dia.

Dijelaskannya, budaya kakiceran hanya di selenggarakan oleh dua kecamatan yang ada di Kabupaten Pesbar, yakni Kecamatan Lemong dan Kecamatan Pesisir Utara, secara adat tradisi kakiceran di selenggarakan oleh tiga marga di wilayah tersebut seperti Marga Pugung Tampak, Marga Pugung Penengahan, dan Marga Pugung Malaya.

“ Acara kakiceran sebagai ajang silaturahmi saat idul fitri. Kakiceran diselenggarakan mulai dari satu syawal sampai tujuh syawal dan acara berlangsung mulai pukul 22:00 wib hingga selesai, setiap malamnya acara kakiceran berlangsung di tiga tempat berbeda di masing-masing marga yang telah ditetapkan jadwalnya masing-masing,” ujarnya.

Ditambahkannya, di wilayah Marga Pugung Tampak, Kecamatan Pesisir Utara terdapat tujuh lokasi kakiceran, pelaksanaan kakiceran akan berlangsung dari 1 syawal hingga 6 syawal mendatang . Setiap pekon akan melaksanakan kakiceran secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. 

“ Tujuh tempat pelaksanaan Kakiceran di Kecamatan Pesisir Utara seperti di Dusun Sedau, Pekon Way Narta, Pekon Kota Karang, Pekon Walur, Pekon Kuripan, Pekon Negeri Ratu dan Pekon Padang Rindu,” terangnya.

Dikatakannya, kegiatan itu merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan masyarakat di wilayah Marga Pugung Tampak. Dirinya berharap pentas budaya yang dapat terus berlangsung setiap tahun apalagi dilaksanakan saat lebaran. 

“ Kami berharap kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahunnya, karena merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengumpulkan masyarakat dalam rangka menjalin silaturahmi di hari raya idul fitri,” pungkasnya. *

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan