Mendag Akan Putus Importir Food Tray MBG Jika Terbukti Mengandung Babi

Budi menyebut Kemendag masih menunggu hasil inspeksi yang dilakukan, salah satunya oleh BPOM soal food tray MBG yang diduga mengandung babi. -Ilustrasi. CNN Indonesia-
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Kementerian Perdagangan menyatakan siap menghentikan pasokan food tray impor yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila terbukti mengandung bahan tidak halal, termasuk minyak babi. Pemerintah menegaskan langkah tegas akan diambil terhadap pemasok yang melanggar ketentuan, sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta lembaga terkait lainnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa dugaan kandungan minyak babi dalam silikon food tray impor memang tidak berkaitan langsung dengan regulasi perdagangan. Namun, untuk menjamin mutu dan keamanan produk, Kemendag mendorong agar food tray segera dikenakan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib. Penerapan SNI ini diharapkan dapat menutup celah peredaran produk yang tidak sesuai standar, sekaligus melindungi masyarakat sebagai penerima manfaat program MBG.
Sebelum langkah penghentian pasokan dilakukan, pemerintah akan memastikan terlebih dahulu identitas pemasok produk tersebut. Proses investigasi tengah berlangsung untuk menelusuri jalur distribusi, memastikan pemasok yang bertanggung jawab, serta mencari alternatif pasokan yang bebas dari unsur haram.
Selain pemerintah, organisasi pelajar juga ikut memberikan perhatian serius terhadap polemik ini. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama sejumlah organisasi pelajar lain menekankan pentingnya penggunaan produk lokal dalam penyediaan food tray.
Ketua Umum PP IPNU, Muhammad Agil Nuruz Zaman, menilai pengadaan food tray seharusnya berpihak pada produsen dalam negeri. Produksi lokal dianggap mampu memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memberikan kepastian mengenai kehalalan bahan baku. Hal ini dinilai penting karena mayoritas penerima manfaat program MBG adalah masyarakat Muslim yang membutuhkan jaminan halal dan keamanan pangan.
Di tingkat daerah, pengurus IPNU juga melakukan langkah konkret. Ahmad Muzakki Wafa, salah satu pengurus PC IPNU, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pengujian laboratorium terhadap food tray impor asal Tiongkok melalui PT Sucofindo. Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan, dan akan menjadi acuan penting untuk menentukan langkah selanjutnya.
Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah sejak awal bertujuan untuk meningkatkan gizi anak bangsa melalui distribusi makanan sehat di sekolah-sekolah. Namun, isu food tray ini menimbulkan sorotan publik karena menyangkut tiga aspek utama, yaitu keamanan pangan, kepatuhan syariah, dan keberpihakan terhadap industri nasional.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kepercayaan publik. Semua tahapan pengadaan akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, agar program besar ini tidak terganggu oleh persoalan yang semestinya bisa diantisipasi sejak awal. (*/edi)