Pulau Tikus di Bengkulu dengan Pesona Laut dan Jejak Sejarah

Pulau Tikus digadang gadang jadi salah satu hidden gem Kota Bengkulu-Foto Dok---
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Provinsi Bengkulu dikenal dengan panorama lautnya yang memesona, salah satunya Pulau Tikus. Nama pulau ini memang terdengar unik, tetapi tidak ada hubungannya dengan hewan pengerat. Julukan tersebut muncul karena ukuran daratannya yang sangat kecil, menyerupai tikus mungil.
Pulau Tikus kini hanya berukuran sekitar 0,7 hektare. Padahal, di masa lalu luasnya mencapai 2,5 hektare sebelum tergerus abrasi dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Meski daratan menyusut, kekayaan bawah lautnya justru sangat luas, mencapai 200 hektare.
Di sekitar pulau, terbentang terumbu karang berwarna-warni yang menjadi rumah bagi beragam biota laut. Dari ikan-ikan kecil hingga spesies populer seperti ikan nemo, semuanya hidup berdampingan di antara karang. Pemandangan ini bisa dinikmati dengan menyelam ke kedalaman laut maupun snorkeling di permukaan. Tidak heran bila Pulau Tikus semakin dilirik wisatawan lokal hingga mancanegara.
Selain menawarkan pesona alam, Pulau Tikus juga menyimpan nilai sejarah. Dasar laut di sekitar pulau ini menjadi lokasi penemuan berbagai artefak. Mulai dari jangkar besar, pecahan dermaga, keramik, guci, hingga potongan kapal kuno masih bisa ditemukan.
Beberapa benda bersejarah telah dibawa ke balai pelestarian untuk diteliti. Jika ditetapkan sebagai cagar budaya bawah laut, Pulau Tikus akan semakin istimewa karena menyatukan keindahan alam dan kekayaan sejarah. Bagi pengunjung yang tidak pandai berenang, pilihan aktivitas di Pulau Tikus tetap beragam. Wisatawan juga bisa menikmati birunya laut dari atas perahu atau berjalan santai di pasir putih.
Pulau ini juga memiliki penangkaran tukik yang dikelola untuk melestarikan penyu. Selain itu, terdapat menara pengawas di tengah pulau. Dari puncaknya, panorama Samudra Hindia terlihat jelas, memberikan sudut pandang spektakuler untuk berfoto maupun menikmati keheningan laut lepas.
Menjelajahi Pulau Tikus dalam sehari sebenarnya sudah cukup. Namun, pengalaman bermalam di sini memberi kesan berbeda. Tidak ada hotel atau penginapan, sehingga wisatawan harus membawa tenda. Saat fajar tiba, pemandangan matahari terbit menambah pesona liburan. Segelas kopi hangat di tepi pantai menjadikan pagi lebih berkesan. Sebelum menginap, pengunjung wajib meminta izin kepada petugas penjaga, yang menjadi satu-satunya penghuni tetap pulau.
Karena fasilitas sangat terbatas, wisatawan perlu membawa makanan dan kebutuhan pribadi. Keterbatasan inilah yang membuat sensasi bermalam terasa istimewa, seakan sedang menikmati liburan di pulau pribadi.
Meski disebut terpencil, Pulau Tikus sebenarnya cukup dekat dari pusat Kota Bengkulu. Lokasinya hanya berjarak sekitar 10 kilometer ke arah barat, bahkan bisa terlihat dari beberapa pantai di kota. Wisatawan juga bisa memilih paket perjalanan yang disediakan agen wisata, lengkap dengan pemandu dan perlengkapan snorkeling atau diving. Biaya yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp400 ribu per orang.
Pulau Tikus menjadi bukti bahwa keindahan tidak selalu bergantung pada luas wilayah. Dengan daratan yang kecil, pulau ini mampu menghadirkan kombinasi keindahan alam, nilai sejarah, dan pengalaman wisata petualangan yang berkesan.
Bagi siapa pun yang mendambakan suasana tenang sekaligus tantangan liburan berbeda, Pulau Tikus layak masuk daftar destinasi wajib ketika berkunjung ke Bengkulu. Sensasi menginap di pulau terpencil, panorama bawah laut yang memesona, hingga jejak sejarah yang tersimpan rapi menjadikan Pulau Tikus sebagai destinasi kecil dengan daya tarik besar. (*/yayan)