Tanggapi Rencana Aksi 1 September, Sultan Edward Syah Pernong Minta Lampung Tetap Sejuk

Sai Batin Puniakan Dalom Beliau Sultan Edward Syah Pernong gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 Kepaksian Pernong --

Radarlambar.bacakoran.co – Menjelang rencana aksi yang akan digelar pada Senin, 1 September 2025, di Kantor DPRD Provinsi Lampung di Kota Bandar Lampung, Sultan Skala Brak Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong menyerukan agar masyarakat, mahasiswa, hingga elemen lain yang turun ke jalan tetap menjaga kedamaian serta nilai adat Lampung.

Dalam keterangannya, Sultan yang memiliki gelar Sai Batin Puniakan Dalom Beliau Sultan Edward Syah Pernong, SH., MH., gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 Kepaksian Pernong ini mengaku prihatin atas berbagai insiden yang belakangan terjadi, mulai dari kasus meninggalnya almarhum Affan Kurniawan hingga kericuhan di Makassar dan beberapa wilayah lainnya. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi renungan bersama untuk menjaga harmoni dan kesejukan tanah Lampung.

“Dalam suasana penuh keprihatinan ini, saya sebagai salah satu Sultan Kerajaan Paksi Pak Skala Brak, khususnya Buay Pernong yang telah mengelola kehidupan masyarakat adat, merasa turut berduka. Saya mengajak minak muakhi, handai taulan, serta adik-adik mahasiswa di tanah Lampung agar kita semua menjaga kesejukan Lampung. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi harus dengan cara yang baik, beradat, dan beradab,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Sultan Edward Syah menegaskan, sebagai masyarakat Lampung yang berakar pada nilai adat dan budaya, penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa tanah Lampung mampu menyuarakan aspirasi secara bermartabat.

“Kita sebagai warga Indonesia harus mencintai keberagaman, menghargai satu sama lain. Mari kita perlihatkan pada dunia, bahwa tanah Lampung mampu menyuarakan demokrasi dengan baik, penuh kasih sayang, menjunjung tinggi hukum dan kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar aksi yang dilakukan tidak menimbulkan gesekan maupun tindakan anarkis. Bagi Sultan Edward Syah, identitas Lampung adalah “beradat dan beradab” sehingga setiap langkah perjuangan mesti mencerminkan nilai luhur tersebut.

Sebagai Sultan Kepaksian Pernong, salah satu dari empat Kepaksian Paksi Pak Skala Brak — bersama Kepaksian Bejalan Di Way, Belunguh, dan Nyerupa — Edward Syah Pernong dikenal vokal dalam menjaga marwah adat sekaligus menempatkan diri sebagai tokoh pemersatu.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa adat dan budaya bukan sekadar simbol, melainkan fondasi yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyampaikan aspirasi politik.

Menutup pernyataan sikapnya, Sultan Edward Syah mengajak seluruh elemen masyarakat Lampung mahasiswa, tokoh adat, kaum ibu, hingga masyarakat umum agar tetap menjaga persaudaraan.

“Mari kita jaga tanah Lampung ini agar tetap damai. Sampaikan aspirasi dengan cara-cara yang beradat, beradab, dan penuh kasih sayang. Hukum harus ditegakkan, dan kemanusiaan juga harus kita junjung tinggi,” pungkasnya.(*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan