Lansia Tanpa Identitas Meninggal Dunia di Puskesmas Krui

TIM GABUNGAN melaksanakan pemakaman Lansia tanpa identitas yang meninggal di Puskesmas Krui - Foto Dok--
PESISIR TENGAH – Seorang lanjut usia (lansia) tanpa identitas yang sempat dirawat intensif di UPTD Puskesmas Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sekitar pukul 18.00 WIB.
Jenazah lansia yang diketahui bernama Abdul Gani yang diketahui bekerja sebagai penjual burung merpati itu kemudian dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pepulau Balak, Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah. Pemakaman dilakukan oleh pihak Kelurahan Pasar Krui bersama Dinas Sosial (Dinsos) Pesbar, Tim Medis Puskesmas Krui, dan jajaran Polres Pesbar, serta dibantu warga sekitar.
Lurah Pasar Krui, Emi Widia, S.Kom., menjelaskan, peristiwa bermula pada Rabu malam, 27 Agustus 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Kepala Lingkungan Pasar Mulya Barat 03 bersama warga mencurigai sebuah rumah kontrakan yang tertutup rapat selama dua hari berturut-turut.
“Warga kemudian mengecek langsung ke dalam rumah tersebut dan menemukan seorang pria lansia dalam kondisi sangat lemah dan sakit parah. Kami bersama Babinkamtibmas segera mengevakuasi yang bersangkutan ke Puskesmas Krui untuk mendapatkan penanganan medis,” kata dia.
Dijelaskannya, setibanya di Puskesmas, diketahui bahwa lansia tersebut tidak memiliki identitas diri seperti KTP maupun dokumen pendukung lainnya. Informasi yang diperoleh dari ponsel miliknya menyebutkan nama Abdul Gani, namun tidak didukung bukti identitas resmi.
“Pihak kelurahan langsung bergerak cepat dengan menghubungi tiga nomor kontak yang tersimpan di ponsel pasien, berharap menemukan keluarga atau kerabat yang bisa dihubungi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinsos, Rena Novasari, S.H., M.M., mewakili Kadis Sosial Pesbar, Agus Triyadi, S.IP., M.M., mengatakan, pihaknya menerima laporan resmi dari Kelurahan Pasar Krui pada Rabu, 27 Agustus 2025. Laporan tersebut menyebutkan adanya lansia terlantar dalam kondisi sakit yang sedang dirawat di Puskesmas Krui.
“Sehari setelah menerima laporan, Kamis 28 Agustus 2025, tim kami langsung turun untuk melakukan assesmen awal terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tersebut, termasuk mencoba menggali informasi terkait identitas dan keluarganya,” terangnya.
Ditambahkannya, informasi yang diperoleh dari warga sekitar maupun dari lansia tersebut sendiri tidak valid. Pihak Dinsos kemudian berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk melakukan pengecekan identitas melalui alat pembaca sidik jari dan retina. Namun saat itu, alat mobile Capil sedang digunakan untuk pelayanan di wilayah Bengkunat sehingga pemeriksaan belum bisa dilakukan.
“Pada Jumat malam, 29 Agustus 2025, upaya kembali dilakukan bersama Babinsa, Babinkamtibmas, dan pihak kelurahan. Mereka mencoba menelusuri kontak di ponsel pasien dengan harapan ada informasi baru, tetapi tetap tidak ada hasil,” ujarnya.
Kemudian, pada Sabtu sore, 30 Agustus 2025, tim gabungan dari Dinsos, Disdukcapil, dan Puskesmas melakukan pengecekan identitas secara langsung dengan alat yang telah tersedia. Hasilnya, diketahui bahwa yang bersangkutan belum pernah melakukan perekaman data kependudukan sebelumnya.
“Melihat kondisi pasien yang semakin memburuk dan dinyatakan positif TBC berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kami akhirnya memutuskan untuk melakukan perekaman data langsung agar proses rujukan dan administrasi bisa berjalan. NIK dan Kartu Keluarga pun berhasil diterbitkan sore itu juga,” tambahnya.
Namun, saat menjelang waktu maghrib, pasien dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Puskesmas Krui. Karena tidak ditemukan keluarga atau pihak yang bisa bertanggung jawab, maka pihak Kelurahan Pasar Krui bersama Dinsos, tim medis, aparat kepolisian, dan warga sekitar melakukan pemakaman secara layak pada malam harinya, tepat pukul 22.00 WIB di TPU Pepulau Balak, Gunung Sari, Kelurahan Pasar Kota Krui.
"Kami berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang telah terlibat sejak awal hingga proses pemakaman. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menangani permasalahan sosial di masyarakat,” tutupnya. (yogi/*)