Biasakan Sarapan Sehat, DKPP Pesbar Dorong Siswa Terapkan Pola Pangan B2SA
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Pesbar Rizper Bella. Foto _ yayan--
PESISIR TENGAH - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) kembali mengingatkan pentingnya penerapan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) di lingkungan sekolah. Imbauan itu menyasar seluruh satuan pendidikan, terutama jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), guna menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi pertumbuhan dan prestasi belajar siswa.
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Rizper Bella, S.TP., mendampingi Kepala DKPP Pesbar, Unzir, S.P., mengatakan penerapan pola konsumsi pangan B2SA di kalangan pelajar memiliki peran vital dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kebiasaan makan yang sehat dan seimbang, siswa diharapkan mampu menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan konsentrasi belajar.
“Salah satu hal yang harus dibiasakan adalah sarapan sehat sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan yang bergizi akan membantu konsentrasi belajar dan memberi energi untuk beraktivitas sepanjang hari,” katanya.
Menurut Rizper, sarapan bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kemampuan berpikir dan stamina siswa. Tanpa asupan yang cukup, anak-anak rentan mengalami penurunan daya fokus, kelelahan, hingga gangguan metabolisme. Karena itu, DKPP terus berupaya menanamkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat di lingkungan sekolah.
Selain membiasakan sarapan, lanjutnya, siswa juga diimbau mengonsumsi buah dan sayur setiap hari sebagai sumber vitamin dan mineral alami. Kandungan gizi dari bahan pangan tersebut berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh dan pertumbuhan anak.
“Buah dan sayur adalah sumber vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Karena itu, penting bagi siswa untuk menjadikannya bagian dari menu harian,” jelasnya.
Masih kata dia, pihaknya juga mengingatkan para siswa agar tidak jajan sembarangan di sekitar sekolah. Makanan yang dijual di luar belum tentu terjamin kebersihan dan keamanannya. Banyak jajanan yang mengandung pewarna buatan, pemanis berlebih, atau bahan pengawet yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus. Hal penting lainnya adalah minum air putih yang cukup setiap hari.
“Hindari minuman manis dalam kemasan maupun minuman bersoda yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme. Jadikan pola pangan B2SA sebagai gaya hidup sehari-hari agar tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi,” jelasnya.
Ditambahkannya, DKPP Pesbar secara berkelanjutan telah melaksanakan kegiatan sosialisasi penerapan pola konsumsi pangan B2SA di berbagai sekolah, terutama di tingkat SD. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya gizi seimbang serta memperkenalkan konsep pangan lokal yang bergizi dan terjangkau, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pentingnya pola konsumsi pangan B2SA. Pihaknya juga ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
“Melalui edukasi di sekolah, kami berharap dapat membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Pola makan seimbang dan aman bukan hanya mendukung prestasi belajar, tetapi juga membentuk karakter disiplin dalam menjaga kesehatan diri,” pungkasnya.(yayan/*)