Radarlambar.bacakoran.co- Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai kericuhan demonstrasi yang berujung pada tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan bukan disebabkan oleh rakyat yang turun ke jalan ataupun aparat keamanan di lapangan.
Menurut Mahfud, akar persoalan justru berada pada pejabat-pejabat korup yang rakus memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya pada Jumat (29/8), Mahfud menyampaikan bahwa masyarakat yang menyuarakan aspirasi seharusnya tidak dihadapkan dengan tindakan represif. Aksi demonstrasi, menurutnya, merupakan wujud hak konstitusional warga negara dalam menuntut keadilan.
Ia juga menyoroti posisi aparat keamanan yang sering kali berada dalam situasi dilematis ketika menghadapi massa. Aparat di lapangan dinilai hanya menjalankan perintah atasan dan terkadang terjebak pada pilihan sulit. Jika bertindak tegas, mereka berisiko menuai kemarahan masyarakat. Sebaliknya, jika ragu bertindak, mereka bisa mendapat teguran dari pimpinan.
Mahfud menegaskan, peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan harus dilihat dengan jernih. Rakyat yang marah karena kehilangan rekannya sesama pengemudi ojol tidak bisa serta-merta disalahkan. Begitu pula aparat yang berada di lapangan tidak pantas dijadikan kambing hitam. Pihak yang seharusnya bertanggung jawab, menurut Mahfud, adalah elite politik dan pejabat korup yang menjalankan praktik kekuasaan berbasis kerakusan ekonomi dan politik.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Mahfud mengingatkan pentingnya menjaga kewarasan. Ia menekankan bahwa masyarakat maupun aparat perlu mengendalikan diri agar konflik tidak semakin meluas.(*)