Harga Jual Kopi Rp55/Kg, Tapi Bagaimana Disaat Masa Panen?

Ilustrasi--

BALIKBUKIT - Harga jual biji kopi kering di Kabupaten Lampung Barat, menjelang lebaran hari raya Idul Fitri 1445 hijriah tembus diangka Rp55 ribu perkilogram. Harga jual yang tinggi ini tentunya disambut sumringah oleh kalangan petani kopi di bumi beguai jejama sai betik tersebut. 

Harga jual saat ini mengalami kenaikan dari sebelumnya, yang berada di angka Rp45-50 ribu perkilogram. 

Kabid Perkebunan pada Disbunnak Pemkab Lampung Barat Sumarlin mengatakan, sejak seminggu lalu harga jual kopi bergerak ke angka Rp50-55 ribu untuk asalan. 

”Perusahaan LDC malah sudah buka di Rp58 ribu. Untuk premium atau petik merah belum dicek. Jika melihat harga asalan mungkin bergerak juga ke Rp60-65 ribu,” ungkapnya.

Dijelaskan, kenaikan yang terjadi pada harga kopi robusta saat ini disebabkan oleh kebutuhan pasar yang meningkat. Selain itu, pasokan kopi dunia turun dengan cuaca di beberapa negara penghasil kopi seperti Brazil mengakibatkan produksi mereka terganggu.  Sementara kebutuhan kopi terus meningkat. Maka dari itu harga kopi saat ini juga naik terkhusus di Indonesia.

Kendati harga kopi meningkat, saat ini untuk wilayah di Lampung Barat terpantau belum memasuki masa panen kopi. Karena di Batu Brak dan Belalau panen awal itu Maret, Ngagung di Mei. Beberapa tempat juga ada yang mulai Mei, Ngagung Juni-Juli.

”Ada juga yang ngagung di Agustus-September untuk seputaran Air Hiitam, jadi masa panen di sini dari April-September. Kami berharap, tren harga kopi yang positif ini bisa terus bertahan hingga masa panen kopi di kabupaten berjuluk Negeri di Atas Awan ini. Semoga harga ini masih tetap bertahan dan stabil hingga memasuki masa panen tahun 2024 di Lampung Barat ini,” sebutnya.

Sebelumnya, Disbunnak Pemkab Lampung Barat juga memprediksi produksi kopi robusta di Lampung Barat tahun 2024 bakal naik. 

”Berdasarkan pengamatan kita di lapangan, produksi kopi robusta di Lampung Barat tahun 2024 akan naik. Hal itu dilihat dari pembungaan pada batang kopi milik petani di Lampung Barat saat ini terbilang yang bagus,” terusnya.

Ia menambahkan, setidaknya tahun 2024 akan terjadi peningkatan 15-30 persen produksi kopi di Lampung Barat dibanding tahun 2023. 

”Untuk angka peningkatan pastinya kita belum tau, itu hanya perkiraan saja. Namun dipastikan akan naik produksinya. Karena kita melihat dari pembungaannya yang bagus setelah musim kemarau panjang yang melanda kemarin,” tandasnya. *

Tag
Share