Sebulan, Tiga Kali Banjir, Warga Hantatai Minta Normalisasi Sungai

TERENDAM BANJIR : Luapan Way Bulok di Pekon Bumihantatai Kecamatan BNS Kabupaten Lampung Barat menyebabkan daerah setempat terendam banjir. foto dok--

BALIKBUKIT - Wilayah Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat, sejak sebulan terakhir telah dilanda tiga kali banjir. Banjir yang terjadi diakibatkan meluapnya sungai Way Bulok dan Way Peninjauan di Pemangku Muara pekon setempat.  

Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, jalan, hingga puluhan  rumah warga setempat menjadi langganan banjir. Terakhir banjir terjadi pada Jumat sore 26 April 2024, namun banjir cepat surut seiring redanya hujan di wilayah setempat.

Aris salah seorang warga setempat mengungkapkan, banjir yang terjadi merupakan banjir yang terjadi setiap tahunnya, utamanya saat intensitas hujan di wilayah hulu meningkat. Karena itu perlu ada solusi dari pihak terkait mengatasi permasalahan tersebut.

”Wilayah ini menjadi langganan banir saat musim penghujan, masalahnya sama yakni karena luapan dua sungai di wilayah itu, karenanya kami berharap ada solusi dari pemerintah, sehingga banjir seperti ini tidak terus terulang dan bisa menyebabkan kerugian di masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu harapan masyarakat, kata dia, yakni penguatan tanggul dan normalisasi sungai, sehingga  aliran air saat musim penghujan akan lancar dan  tidak lagi meluap ke permukiman sebagaimana yang terjadi hampir setiap tahunnya.

”Harapanya dilakukan normalisasi sungai dan juga pembuatan tanggul di sepanjang sungai tersebut, sehingga tidak lagi meluap dan membanjiri permukiman serta fasilitas umum,” pungkasnya.

Sebelumnya,  hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Lampung Barat, pada Selasa sore 23 April 2024 menyebabkan dua sungai di pekon Bumi Hantatai Kecamatan BNS Lampung Barat, meluap dan menyebabkan puluhan rumah di pekon setempat kembali terendam.

Ketinggian banjir mencapai 1 meter, dan menyababkan sebagian masyarakat menyelematkan diri ke tempat yang lebih aman.

Aris warga setempat mengatakan, banjir yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan banjir yang terjadi sehari sebelumnya. "Banjir kembali terjadi, lebih besar dari kemarin. Puluhan rumah terendam, harapan kami ada solusi dari pihak terkait, sehingga banjir ini tidak terus terjadi," ungkap Aris.

Sementara, Camat BNS Mandala Harto, SIP., membenarkan kembali terjadinya banjir di pekon setempat yang sebelumnya sempat surut. "Iya, kembali terjadi banjir sore ini, banjir belum surut dan menyebabkan puluhan rumah terendam. Musibah banjir ini disebabkan luapan sungai Way Bulok dan Way peninjauan di Pemangku Muara, ketinggian air rata-rata 0,5 sampai dengan 1 meter, ada puluhan rumah terendam banjir, kemarin sempat surut," ungkap Mandala Harto.

Pada Minggu 21 April 2024, lanjut Mandala, terjadi musibah banjir akibat luapan Way Melebui Pekon Tembelang akibat intensitas hujan yg tinggi. Air meluap melalui Jl. Provinsi dan memasuki pemukiman warga.

"Puluhan rumah juga dilaporkan terdampak, selain itu fasilitas umum seperti jalan umum juga terendam, air datang secara tiba-tiba, tetapi Alhamdulillah masyarakat bisa mengamankan diri ke tempat yang aman," ujarnya.

Selanjutnya pada hari yang sama, sambung Mandala, terjadi bencana longsor di Pemangku Sidomukti Pekon Bandar Agung yang mengakibatkan kerusakan dinding jebol pada rumah warga.

"Berdasarkan hasil pendataan kami rumah milik Gianto, dinding jebol di sekitar empat meter material longsor masuk kedalam rumah. Kemudian rumah milik Rasman dinding tembok retak tiga meter. Semua material longsor mengelilingi dua rumah tersebut dan telah dimulai dilakukan gotong-royong masyarakat," sebutnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan