Polytron Diproyeksikan Jadi Mitra Mobil Nasional

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko. Foto-Net--
Radarlambar.bacakoran.co- Polytron, perusahaan elektronik nasional yang berada di bawah naungan Djarum Group, semakin diproyeksikan menjadi bagian penting dalam proyek pembangunan mobil nasional (mobnas) yang tengah digagas pemerintah.
Nama Polytron kembali muncul sebagai salah satu pihak yang digadang-gadang akan memproduksi mobil listrik nasional setelah adanya pernyataan dari Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko dalam sebuah forum industri otomotif di Jakarta.
Moeldoko menyampaikan bahwa saat ini terdapat sejumlah pabrikan luar negeri, khususnya dari China, yang berminat menjalin kolaborasi dengan mitra lokal di Indonesia untuk mengembangkan mobnas. Salah satu mitra lokal yang dipertimbangkan adalah Polytron, mengingat peran aktifnya dalam mengembangkan kendaraan listrik roda dua sejak 2021 melalui produk motor listrik EVO.
Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian yang dipimpin oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, juga sebelumnya menyebutkan bahwa Polytron termasuk perusahaan yang sudah menyatakan kesiapannya untuk membangun mobnas. Dalam kesempatan terpisah, Agus menilai bahwa Polytron berpotensi menjadi pemain kunci dalam proyek ini, mengingat komitmen dan kapabilitas perusahaan tersebut dalam mengembangkan produk kendaraan listrik.
Menurut Moeldoko, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan maksimal terhadap perusahaan yang terlibat dalam pengembangan mobnas, termasuk kemudahan akses investasi dan regulasi yang ramah terhadap sektor kendaraan listrik. Moeldoko menilai bahwa dengan stabilitas ekonomi nasional yang terjaga dan pasar kendaraan listrik yang terus berkembang, Indonesia menawarkan peluang besar bagi perusahaan lokal maupun asing untuk terlibat dalam industri ini.
Selain itu, pemerintah juga memperhatikan agar pengembangan mobnas berjalan sejalan dengan strategi transisi energi nasional, yang menargetkan pergeseran dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan berbasis listrik. Kehadiran Polytron dalam ekosistem ini diharapkan tidak hanya menjadi upaya mendorong mobil nasional semata, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.
Meskipun belum ada kejelasan mengenai bentuk dan skema mobnas yang akan diadopsi, baik sebagai merek baru atau melalui kolaborasi dengan merek luar negeri, namun sinyal pemerintah terhadap keterlibatan Polytron telah menjadi perhatian industri.
Ditengah upaya pemerintah mempercepat elektrifikasi kendaraan di dalam negeri, Polytron dan mitra-mitra potensial lainnya diharapkan dapat segera mewujudkan pengembangan mobnas berbasis kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. *