Benarkah Obat Maag Bisa Kurangi Efek Gas Air Mata? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi. Dalam beberapa waktu terakhir, beredar kabar soal penggunaan obat antasida yang biasa untuk maag untuk menangkal efek samping gas air mata. istockphoto--
Radarlambar.bacakoran.co- Di tengah maraknya aksi demonstrasi dalam beberapa waktu terakhir, beredar kabar bahwa obat antasida yang biasa digunakan untuk maag bisa membantu menangkal efek samping gas air mata. Isu ini ramai diperbincangkan publik, terutama di media sosial.
Menanggapi kabar tersebut, dokter spesialis penyakit dalam Aru Ariadno menjelaskan bahwa gas air mata memang dirancang dengan kandungan senyawa kimia tertentu untuk menimbulkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan.
Menurut Aru, sejumlah literatur memang menyebutkan penggunaan obat maag atau antasida dapat membantu mengurangi paparan gas air mata. Namun, ia menegaskan, secara klinis dirinya belum menemukan bukti kuat yang mendukung efektivitas metode tersebut.
Ia menduga, anggapan ini muncul karena sifat antasida yang bersifat alkalis, sedangkan gas air mata bersifat asam. Secara teori, keduanya bisa saling menetralkan. “Aktivis dan ahli kimia bahkan ada yang merekomendasikan larutan antasida encer, campuran soda kue dan air, sebagai tindakan sementara untuk menekan iritasi akibat gas air mata,” kata Aru.
Lebih lanjut, Aru menekankan bahwa penggunaan antasida hanya aman di permukaan kulit. Jika terkena mata, sebaiknya segera dibilas dengan air bersih. Ia mengingatkan bahwa cara terbaik tetaplah menghindari paparan gas air mata.
Dokter Aru menyarankan, bagi masyarakat yang berada di area rawan gas air mata, sebaiknya menutup mata dan hidung dengan kain basah. Jika terpapar, segera cuci mata dengan air mengalir agar iritasi berkurang.(*)