Menyongsong Golden Sunrise dari Puncak Sikunir

Salah satu spot pariwisata yang cocok untuk berburu sunrise di Bukit Sikunir. -Foto _ Net.-

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Indonesia dikenal memiliki bentang alam yang memesona, mulai dari garis pantai yang panjang hingga gunung-gunung yang menjulang tinggi. Keindahan alam tersebut menghadirkan berbagai panorama menakjubkan, salah satunya adalah pesona matahari terbit atau sunrise.

Jika sunset kerap dinikmati di tepian laut dengan nuansa syahdu, maka sunrise justru menawarkan sensasi berbeda ketika disaksikan dari ketinggian, terutama di atas lautan awan. Tak heran, banyak wisatawan rela mendaki bukit atau gunung demi memperoleh pengalaman melihat mentari pagi yang muncul perlahan dari balik cakrawala.

Salah satu lokasi favorit pemburu sunrise adalah Bukit Sikunir, sebuah destinasi ikonik di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Nama Sikunir sendiri dipercaya berasal dari kata “kunir” atau kunyit, yang merujuk pada warna kuning keemasan khas rempah tersebut. Julukan ini sangat sesuai karena saat fajar merekah, cahaya matahari yang menyinari bukit menghadirkan gradasi warna emas yang menawan, seolah melukis langit dengan palet alami.

Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara sangat dingin, terutama menjelang pagi. Oleh sebab itu, wisatawan disarankan membawa pakaian tebal, syal, hingga sarung tangan untuk melindungi tubuh dari hawa menusuk.Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun sewaan tanpa memerlukan mobil khusus medan berat. Namun, agar dapat menikmati momen matahari terbit, pengunjung harus sudah tiba di lokasi sekitar pukul lima pagi. Ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh agar tidak tertinggal momen berharga tersebut.

Pilihan pertama adalah berkemah di Telaga Cebong, sebuah danau kecil yang bentuknya menyerupai berudu jika dilihat dari ketinggian. Lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari Bukit Sikunir, sehingga menjadi tempat favorit untuk mendirikan tenda. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada musim kemarau suhu di kawasan ini dapat turun hingga di bawah nol derajat Celsius. Wisatawan yang tidak terbiasa dengan dingin ekstrem sebaiknya mempertimbangkan risiko hipotermia apabila memaksakan diri berkemah di tepian telaga.

Alternatif kedua adalah menginap di homestay yang dikelola warga Desa Sembungan. Pemilik homestay biasanya siap membangunkan tamu pada dini hari agar tidak terlambat mendaki. Pilihan ini menjadi solusi ideal bagi wisatawan yang ingin merasakan kehangatan keramahan warga lokal sekaligus tetap dekat dengan lokasi pendakian.

Bagi yang lebih menyukai kenyamanan hotel, menginap di pusat Kota Wonosobo juga memungkinkan. Namun, perjalanan menuju Bukit Sikunir memerlukan waktu lebih lama. Pengunjung harus berangkat sekitar pukul tiga dini hari agar sempat mencapai puncak sebelum fajar menyingsing.

Untuk mencapai puncak Bukit Sikunir, wisatawan tetap harus melakukan pendakian singkat. Jalur yang tersedia cukup ramah, berupa tangga batu yang tertata rapi sehingga aman dilalui, bahkan bagi pendaki pemula atau anak-anak. Waktu tempuh rata-rata sekitar 30–45 menit, tergantung pada kondisi fisik dan kecepatan langkah. Meski terasa melelahkan, rasa letih itu akan sirna seketika ketika panorama matahari terbit mulai tersingkap.

Bukit Sikunir bahkan dijuluki sebagai salah satu spot golden sunrise terbaik di Asia Tenggara. Saat mentari menampakkan sinarnya, gumpalan awan yang bergelayut di sekitar bukit berubah warna menjadi keemasan. Pemandangan itu menciptakan kesan seolah pengunjung tengah berdiri di atas lautan awan yang luas, sebuah pengalaman langka yang sulit dilupakan.

Tidak hanya sunrise yang memikat, dari puncak Bukit Sikunir wisatawan juga bisa menyaksikan panorama tujuh gunung sekaligus jika cuaca cerah. Gunung-gunung tersebut adalah Sindoro, Kembang, Sumbing, Prau, Unggaran, Merbabu, dan Merapi. Kehadiran barisan gunung dengan siluetnya yang kokoh memperkaya keindahan lanskap Dieng, membuat momen sunrise terasa semakin sempurna.

Usai menikmati keindahan alam, pengunjung dapat beristirahat sejenak di kaki bukit. Di sana terdapat banyak warung tradisional yang menyajikan hidangan hangat khas pedesaan, mulai dari mi instan, gorengan, hingga minuman jahe yang mampu mengusir dingin. Tak lupa, berbagai oleh-oleh khas Dieng juga bisa dibeli sebagai buah tangan, mulai dari carica hingga kentang Dieng yang terkenal.

Bukit Sikunir tidak hanya menawarkan panorama sunrise yang memesona, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang sarat kesan. Perjalanan menuju desa tertinggi di Pulau Jawa, suasana dingin yang menggigit, hingga keramahan warga lokal menjadi bagian dari cerita yang melekat kuat di ingatan.

Bagi pecinta alam maupun wisatawan yang mendambakan pengalaman berbeda, Bukit Sikunir adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan. Menyaksikan golden sunrise dari puncaknya seakan memberi kesempatan untuk melihat keajaiban semesta dari sudut pandang yang istimewa—berdiri di atas lautan awan, ditemani sinar mentari pagi yang menyapa dengan kehangatan keemasannya. (*/yayan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan