Menikmati Atraksi Menawan Pari Manta di Nusa Penida

Manta Point menjadi area di mana anda bisa meet up dengan Ikan Pari Manta di Nusa Penida. -Foto _ Net.-

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Keindahan bahari Indonesia selalu menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Birunya laut, deburan ombak yang menenangkan, serta panorama bawah laut yang memesona menjadikan wisata laut sebagai pilihan utama untuk melepas penat. Salah satu destinasi yang kini semakin populer adalah Nusa Penida, sebuah pulau di tenggara Bali yang dikenal dengan pesona alamnya yang dramatis dan masih alami.

Nusa Penida berdampingan dengan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Pulau ini sering dijuluki “Sepotong Surga di Bumi” berkat bentangan pantai berpasir putih, laut jernih, serta tebing kapur yang megah. Akses menuju Nusa Penida cukup mudah, yakni dengan menumpang speedboat dari Pelabuhan Sanur, Serangan, maupun Padangbai.

Perjalanan lautnya singkat, sehingga destinasi ini cocok baik untuk backpacker maupun wisatawan yang memilih paket perjalanan praktis melalui agen tur. Setibanya di pulau ini, pengunjung disambut panorama laut yang memikat. Namun, ada satu lokasi yang sangat istimewa bagi pencinta selam, yakni Manta Point.

Pari manta atau Manta birostris merupakan spesies pari terbesar di dunia. Lebar siripnya dapat mencapai tujuh meter lebih, dengan pola unik di bagian bahu dan perut yang berbeda pada setiap individu, layaknya sidik jari manusia. Gerakan renang pari manta terlihat anggun dan gemulai, seolah menampilkan sebuah tarian bawah laut. Sayangnya, populasi pari manta semakin menurun akibat pencemaran laut, perburuan, serta tingkat reproduksi yang rendah. Hewan ini bahkan sering diburu karena bagian tubuhnya dianggap bernilai ekonomis. Oleh sebab itu, pari manta kini masuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

Berinteraksi dengan pari manta di Manta Point memberikan pengalaman yang aman sekaligus mengesankan. Berbeda dengan jenis pari lain, ekor pari manta tidak mengandung sengat berbahaya. Wisatawan bisa berenang di dekat mereka tanpa rasa khawatir, bahkan kerap menjumpai kelompok pari manta dalam jumlah banyak, mulai dari lima hingga dua puluh ekor, yang sedang mencari plankton sebagai sumber makanan utama.

Selain pari manta, penyelam juga berpeluang melihat ikan mola-mola atau sunfish. Ikan berbadan bulat besar ini unik karena hampir tidak memiliki ekor maupun sirip yang jelas. Kebiasaannya yang sering muncul ke permukaan untuk berjemur membuatnya mendapat julukan ikan matahari.

Meski Manta Point menyimpan keindahan bawah laut luar biasa, tidak semua wisatawan dapat menyelam di sana. Namun, bagi pengunjung yang tidak bisa menyelam, pengalaman menyaksikan pari manta tetap dapat dilakukan dari atas kapal. Hewan laut raksasa ini kerap muncul hingga ke permukaan, memberi kesempatan wisatawan untuk melihat langsung keanggunannya.

Tak hanya dunia bawah lautnya yang memesona, panorama di sekitar Manta Point juga menakjubkan. Tebing kapur yang menjulang tinggi berpadu dengan ombak besar Samudera Hindia menciptakan pemandangan spektakuler. Lokasi ini pun kerap dijadikan spot favorit untuk berfoto, dengan latar kontras antara birunya laut dan putihnya tebing kapur.

Mengunjungi Manta Point bukan hanya tentang wisata, melainkan juga sebuah perjalanan untuk lebih memahami kekayaan laut Indonesia sekaligus pentingnya menjaga kelestariannya. Melihat pari manta yang menari di kedalaman laut menjadi pengalaman tak terlupakan, seolah menyaksikan pertunjukan alami yang hanya bisa ditemui di tempat-tempat istimewa. Nusa Penida, dengan segala keindahannya, menghadirkan sensasi liburan yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga membuka mata tentang betapa berharganya kekayaan bahari Nusantara.(*/yayan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan