RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Waduk merupakan bendungan besar buatan manusia yang sejak lama hadir di Indonesia, bahkan sejak masa kolonial Belanda. Fungsinya tidak hanya sebagai penampung air, tetapi juga untuk irigasi, pencegah banjir, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Di era sekarang, waduk juga berkembang menjadi tujuan wisata yang memikat, salah satunya adalah Waduk Riam Kanan yang berada di Kalimantan Selatan.
Ide pembangunannya muncul dari Pangeran Muhammad Noor, gubernur pertama Kalimantan Selatan. Presiden Soeharto meresmikan waduk tersebut pada 1973, sekaligus menjadikannya bendungan penting yang berfungsi sebagai PLTA pertama di Pulau Kalimantan.
Pembangunannya membutuhkan pengorbanan besar. Delapan aliran sungai dari Pegunungan Meratus harus dibendung, dan sembilan desa ditenggelamkan agar waduk dapat menampung volume air yang sangat besar. Meski demikian, manfaat yang dihasilkan sebanding dengan pengorbanan itu. Hingga kini, Waduk Riam Kanan menjadi sumber listrik utama yang menyuplai kebutuhan masyarakat di Banjarmasin dan sekitarnya.
Luas waduk ini mencapai 9.730 hektare, menjadikannya salah satu bendungan terbesar di Indonesia. Suasana tenang dengan panorama pegunungan hijau di sekitarnya menambah pesona perjalanan di atas air.
Tidak hanya menawarkan pemandangan dari atas perahu, kawasan waduk juga menyimpan sejumlah destinasi menarik. Pulau Rusa misalnya, menjadi daya tarik tersendiri karena dihuni berbagai jenis rusa yang dibiarkan hidup bebas di habitatnya. Bagi pecinta fotografi, mengabadikan momen di pulau ini tentu memberikan pengalaman berkesan.
Waduk Riam Kanan juga dikenal sebagai surga bagi para pemancing. Airnya yang luas menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar, terutama ikan nila berukuran besar. Banyak pengunjung yang memilih memanggang hasil tangkapan mereka di pinggir waduk, menjadikan aktivitas memancing sekaligus kuliner yang menyenangkan.
Bagi pecinta kegiatan alam terbuka, kawasan ini juga menawarkan pengalaman berkemah. Lahan hijau yang luas berpadu dengan udara pegunungan menjadikan suasana berkemah semakin nyaman. Salah satu lokasi favorit adalah Wisata Atawang, di mana pengunjung bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit maupun terbenam yang memukau. Warna jingga yang terpantul di permukaan air saat senja menambah kesan magis bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Selain itu, ada pula Bukit Batas yang menjadi spot andalan untuk menikmati panorama waduk dari ketinggian. Dari puncaknya, terlihat gugusan pulau kecil yang tersebar di tengah perairan luas. Kehadirannya membuktikan bagaimana perpaduan karya besar manusia dan keindahan alam bisa menghasilkan warisan yang bermanfaat sekaligus menawan. (*/yayan)