Akses Jembatan Air Ringkih Belum Diaspal, Warga Desak Pemkab Lambar Segera Bertindak

Akses Jalan Poros Kecamatan Gedungsurian di Jalur Air Ringkih yang Butuh Pengaspalan. Foto Rinto--
GEDUNGSURIAN – Pengguna jalan poros Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, mengeluhkan kondisi akses kiri-kanan Jembatan Air Ringkih yang hingga kini belum diaspal. Jembatan yang berada di wilayah Pekon Puramekar tersebut dibangun pada tahun 2024, namun sisi jalan yang menghubungkan ke jembatan masih berupa timbunan batu yang dipadatkan.
Akibat kondisi tersebut, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan terganggu. Terutama saat musim hujan, genangan air dan jalan berlumpur menjadi pemandangan yang kerap ditemui di sekitar area jembatan.
Menurut pantauan di lapangan, kendaraan yang melintas, khususnya roda dua, harus ekstra hati-hati saat melewati sisi kiri dan kanan jembatan. Tak sedikit pengendara yang mengeluh karena kondisi jalan yang licin dan bergelombang.
Mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat segera melakukan pengaspalan atau setidaknya perkerasan permanen agar lalu lintas menjadi lebih aman dan nyaman.
Chandra, salah satu aparatur Pekon Puramekar yang turut mendampingi Peratin setempat, Anderi, membenarkan bahwa pembangunan jembatan di titik tersebut memang sudah dilaksanakan tahun 2024. Sebelumnya, aliran sungai kecil di lokasi itu hanya dilintasi oleh gorong-gorong sederhana. Namun, karena kapasitasnya yang terbatas, kawasan tersebut kerap mengalami banjir saat musim hujan tiba.
“Setiap hujan deras, air selalu meluap karena gorong-gorong tidak mampu menampung debit air. Maka, tahun lalu Alhamdulillah dibangun jembatan pengganti. Hanya saja, memang pembangunan sisi jalan belum dilakukan. Saat ini baru berupa batu yang dipadatkan dengan alat berat,” jelas Chandra, Minggu (31/8).
Ia menyebut, pihak pekon sangat memahami keluhan masyarakat dan pengguna jalan. Oleh karena itu, mereka berharap agar Pemkab Lampung Barat melalui dinas terkait bisa segera merealisasikan pembangunan lanjutan berupa pengaspalan atau pengerasan permanen.
“Kami sangat mendukung aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan bisa segera dianggarkan dan dilanjutkan pembangunannya agar jalan poros kecamatan ini betul-betul mulus dan nyaman dilewati,” tambahnya.
Jalan poros Kecamatan Gedung Surian merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan antar pekon di wilayah tersebut. Selain menjadi jalur utama mobilitas warga, jalan ini juga digunakan untuk distribusi hasil pertanian, termasuk kopi dan hortikultura yang menjadi komoditas andalan masyarakat setempat. Dengan kondisi infrastruktur yang masih belum sempurna, banyak petani dan pelaku usaha lokal mengaku kesulitan saat mengangkut hasil panen mereka. Hal ini tentunya berdampak pada kelancaran ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan pekerjaan jalan secara menyeluruh, demi mendukung konektivitas antar wilayah dan meningkatkan kesejahteraan warga. (rinto/lusiana)