SUKAU – Setelah pendistribusian tiang tiang listrik yang melibatkan masyarakat dan PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Liwa, harapan masyarakat untuk menikmati listrik dari jaringan PLN semakin dekat.
PT PLN ULP Liwa memastikan bahwa pasokan listrik ke wilayah Pemangku Suka Makmur, Sukajadi di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau dan Pemangku Salam Rejo, Pekon Bahway, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat, akan segera terwujud, dengan dijadwalkan akan menyala tahun ini.
Manager PT PLN ULP Liwa, Arie Reinaldo Setiawan, menjelaskan bahwa setelah tahapan pendistribusian tiang listrik selesai, langkah berikutnya ialah pemasangan jaringan listrik yang telah diprioritaskan tahun ini
”Untuk bulan apanya kita belum dapat informasi, tapi yang jelas tahun ini kami pastikan listrik di wilayah itu akan menyala. Setelah proses distribusi tiang selesai, kami segera melanjutkan dengan pemasangan jaringan, agar masyarakat dapat menikmati aliran listrik PLN yang lebih baik,” kata Arie.
Arie menambahkan bahwa ketersediaan listrik ini sangat penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari. PLN Liwa terus berkomitmen untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan seluruh tahapan pemasangan berjalan lancar agar listrik segera menyala dan dapat dirasakan manfaatnya.
”Kami akan terus memantau dan memastikan setiap tahapan pemasangan berjalan dengan lancar, agar masyarakat segera bisa merasakan manfaat listrik yang stabil,” imbuhnya.
Diketahui, sebelumnya masyarakat Pemangku Suka Makmur dan Sukajadi di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat bersama warga Pemangku Salam Rejo, Pekon Bahway, Kecamatan Balikbukit, bahu-membahu mendistribusikan tiang listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah tersebut.
Dikarenakan faktor medan jalan yang sulit dan belum memadai menjadi tantangan utama, sehingga masyarakat bersama pihak PLN menangkut sebanyak 112 tiang listrik menggunakan gerobak yang dirakit khusus menggnakan roda mobil.
Pj Peratin Bandarbaru Darikson Eka Putra melalui juru Tulis Pekon Bandar Baru, Zepriyansah, mengatakan, medan jalan yang masih tanah menjadi kendala utama untuk mendistribusikan tiang listrik ke tiga wilayah pemangku tersebut.
Ia mengatakan, pendistribusian tiang listrik ini dilakukan karena masyarakat di wilayah tersebut selama ini hanya bergantung pada listrik dari turbin air, itupun belum dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat di tiga pemangku tersebut.
”Penggunaan turbin ini sangat bergantung pada debit air yang seringkali menurun drastis saat musim kemarau, sehingga pasokan listrik menjadi tidak stabil, tetapi dengan masuknya jaringan listrik ini, sekarang masyarakat sudah lega," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa akses menuju tiga pemangku atau yang digunakan oleh masyarakat dalam memindahkan tiang listrik tersebut belum dapat dilalui oleh kendaraan mobil serta keadaan jalan masih tanah.
”Jadi setelah adanya tiang listrik ini, masyarakat juga berharap agar akses antar penghubung pekon tersebut dapat diperbaiki, dibangun oleh pemerintah, karena sebelumnya pembukaan badan jalan sudah dilakukan secara swadaya,” jelasnya
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kebutuhan listrik di wilayah ini telah menjadi prioritas pemerintah. Ia menjelaskan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga pendukung utama bagi pengembangan berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
”Ketersediaan listrik yang stabil akan memperbaiki kualitas layanan di fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.